IMPLEMENTASI KEBIJAKAN SOSIAL JARAK JAUH SELAMA PANDEMI COVID 19 DI PASAR WAGE PURWOKERTO

Ratna Kartika Wati, Soediro Soediro

Abstract


Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesepakatan pemerintah dan sejumlah pihak terkait untuk tetap mengizinkan pasar tradisional tetap beroperasi di masa pandemi covid 19, oleh karena itu perlu diatur bagaimana para pedagang dan pembeli di pasar tersebut dapat bertransaksi dengan aman di tengah situasi yang tidak kondusif. pandemi covid 19. Penelitian ini untuk mendapatkan temuan terkait Penerapan Kebijakan Social Distancing Selama Masa Pandemi Covid 19 di Pasar Wage Purwokerto. Penelitian akan dilakukan dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah para pedagang di Pasar Wage Purwokerto. Penentuan subjek ditentukan secara purposive berdasarkan karakteristik pedagang. Metode pengumpulan data menggunakan: (1) wawancara mendalam, (2) Focus Group Discussion/FGD, dilakukan untuk mengumpulkan informasi mengenai pengaturan social distancing selama masa pandemi COVID-19 di pasar Wage Purwokerto, kelebihan dan kekurangannya, serta sebagai opini dan masukan penting yang bermanfaat. dalam mengevaluasi pelaksanaan kebijakan aturan social distancing selama masa pandemi COVID-19 di Pasar Wage Purwokerto. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan model interaktif dari Miles dan Hubermans melalui tahapan reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Penerapan kebijakan aturan social distancing selama masa pandemi COVID19 di Pasar Wage Purwokerto telah dilaksanakan sebagaimana mestinya. Namun, pemerintah sebagai pengayom masyarakat dan juga peran pengelola pasar sebagai organisasi yang merupakan perpanjangan tangan pemerintah untuk menegakkan aturan dan menjaga harmonisasi hubungan antara pedagang dan pesanan pembeli masih perlu dievaluasi kembali dengan melihat pada fakta di lapangan. Selain itu, pengelola pasar ke depan diharapkan dapat menjadi fasilitator dan mediator yang dapat membawa aspirasi penjual dan pembeli di pasar Wage Purwokerto untuk disampaikan kepada pengambil kebijakan sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan untuk dicarikan solusi. Lalu mengenai physical distancing, pada dasarnya penjual dan pembeli tidak menunjukkan gestur penolakan.


Full Text: PDF

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.