DETEKSI RISIKO MASALAH KARDIOMETABOLIK PADA WARGA DI WILAYAH PIMPINAN DAERAH MUHAMMADIYAH PURBALINGGA

Asiandi Asiandi, Sodikin Sodikin, Sarwito Rachmad Barmawi

Abstract


Risiko kardiometabolik tradisional adalah mencakup adanya hiperglikemia, peningkatan kolesterol high-density lipoprotein (HDL), dislipidemia aterogenik, dan hipertensi. Program ipteks bagi masyarakat (IbM) ini bertujuan untuk mendeteksi risiko masalah kardiometabolik pada warga, dan simpatisan Muhammadiyah di PRM Rawa Pakis Desa Gumiwang, Purbalingga. Kegiatan IbM ini adalah pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan deteksi risiko kardiometabolik dengan melakukan pengukuran komposisi tubuh (scan body composition) menggunakan metode analisis impedansi bioelektrik (bioelectrical impedance analysis) untuk mendapatkan data antropometrik, lemak subkutan tubuh, dan massa otot tubuh. Rata-rata usia aktual (standar deviasi—SD) peserta 53,11 (12,43) tahun dan rata-rata umur badan (body age) 47,94 (13,30) tahun. Rata-rata gula darah sewaktu (GDS) peserta 135,94 (43,80) mg/dL. Rata rata indeks massa tubuh (IMT) peserta 23,87 (3,49) kg/m 2; 7 dari 18 (38,8%) peserta menunjukkan IMT lebih dari ideal. Rata-rata TDS dan TDD 132,22 (18,33) mmHg dan 87,78 (11,66) mmHg masing-masing. Rata-rata prosentase lemak visceral dan lemak tubuh adalah 10,56 (5,28) dan 23,04 (5,38) masing masing. Rata-rata prosentase lemak subkutan seluruh tubuh, badan, lengan, dan kaki adalah 15,97 (3,76), 14,23 (3,66), 21,09 (4,58), dan 21,03 (5,04) masing-masing. Rata-rata prosentase masa otot seluruh tubuh, badan, lengan, dan kaki peserta adalah 29,36 (2,97), 23,19 (3,62), 35,96 (2,22), dan 46,76 (2,86) masing-masing. Rata-rata resting metabolism peserta adalah 1.430,67 (143,74) kcal. Hasil pengukuran pada kegiatan IbM menunjukkan rata-rata umur badan (body age) di bawah umur aktual mengindikasikan normal, rata-rata GDS dalam rentang normal, masih ditemukan 7 dari 18 (38,80%) dengan IMT melebihi ideal, TDS dan TDD dalam rentang normal, prosentase lemak visceral mengindikasikan lemak visceral normal hingga yang sangat tinggi, prosentase kadar lemak tubuh mengindikasikan kadar lemak tubuh normal hingga sangat tinggi. Lemak subkutan dalam rentang normal, massa otot seluruh tubuh, badan, dan lengan mengindikasikan massa otot yang rendah, sedangkan massa otot pada kaki menunjukkan massa otot yang sangat tinggi. Tingginya massa otot mengindikasikan peningkatan angka metabolik (metabolic rate). Resting metabolic rate adalah 1 kcal per kilogram berat badan per jam dan kelebihannya akan disimpan menjadi lemak.


Keywords


kardiometabolik, lemak tubuh, lemak visceral, massa otot, resting metabolism.

Full Text: PDF

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.