PENINGKATAN PENGETAHUAN TENTANG DETEKSI DINI BAHAYA PENYAKITBATU GINJAL (UROLITHIASIS) DAN PENGOBATANNYA

Fani Susanto, Arga Pratama Rahardian

Abstract


Faktor penyebab urolithiasis atau batu ginjal diantaranya faktor geografis dan iklim. Urolithiasis juga lebih banyak terjadi pada daerah yang bersuhu tinggi dan area yang gersang/ kering dibandingkan dengan tempat/ daerah yang beriklim sedang. Iklim tropis, tempat tinggal yang berdekatan dengan pantai, pegunungan, dapat menjadi faktor resiko tejadinya urolithiasis. Daerah Banteran, tergolong ke dalam kawasan yang sejuk karena posisinya yang berada di bawah dari gunung slamet. Letak geografis demikian menjadikan masyarakat banteran termasuk ke dalam masyarakat dengan faktor resiko cukup tinggi untuk terkena batu ginjal. Pengabdian bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan tentang deteksi dini bahaya penyakit batu ginjal (urolithiasis) dan pengobatannya. Metode kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan cara penyuluhan dan ceramah terkait materi tentang urolithiasis kepada masyarakat target, kemudian evaluasi dilakukan dengan menggunakan kuesioner pre-test dan post-tset untuk mengetahui tingkat penambahan pengetahuan masyarakat terkait urolithiasis. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tentang deteksi dini bahaya penyakit batu ginjal (urolithiasis) dan pengobatannya. Masyarakat sangat diperlukan mengedepankan dan menerapkan PHBS dalam kehidupan sehari-hari agar terhindar dari beberapa macam penyakit seperti batu ginjal.


Keywords


Batu Ginjal, Urolithiasis, Banteran, Pengabdian kepada Masyarakat

Full Text: PDF

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.