PENINGKATAN PENGETAHUAN PADA MASYARAKAT MENGENAI DETEKSI OSTEOPOROSIS DENGAN PEMERIKSAAN BONE MINERAL DENSITOMETRY (BMD) BAGI IBU-IBU AISYIYAH DAERAH SUMBANG

Lutfatul Fitriana, Hernastiti Sedya Utami, Lutfiana Desy Saputri

Abstract


Osteoporosis merupakan silent disease yaitu secara klinis kurang terlihat jelas sampai terjadi fraktur. Data dari
WHO (World Health Organization) (2004) menyebutkan bahwa Osteoporosis menyebabkan lebih dari 8,9 juta fraktur per tahun di seluruh dunia. Sedangkan berdasarkan data dari IOF (International Osteoporosis Foundation) (2011) fraktur akibat osteoporosis telah mengenai satu dari tiga wanita dan satu dari lima pria berusia lebih dari 50 tahun di seluruh dunia. Pada tahun 2050, jumlah penduduk berusia lebih dari lima puluh tahun akan mengalami peningkatan sebesar 135% sementara jumlah penduduk berusia lebih dari tujuh puluh tahun akan mengalami peningkatan sebesar 294% (IOF, 2013) sehingga prevalensi osteoporosis diperkirakan akan terus mengalami peningkatan pengetahuan ibu-ibu ‘Aisyiyah sumbang mengenai osteoporosis serta pemeriksaan Bone Mineral Densitometry (BMD) sebagai pemeriksaan penjunjang pada deteksi osteoporosis unruk mencegah terjadinya fraktur dimasa yang akan datang, yang mana peserta dalam kegiatan IbM ini berada pada rentang usia 40 sampai 60 tahun merupakan usia yang rentan terkena osteoporosis. Berdasarkan hasil pretest dan posttest kegiatan IbM ini didapatkan hasil bahwa pengetahuan ibu-ibu aisyiyah daerah sumbang tentang deteksi dini osteoporosis dengan pemeriksaan BMD mengalami peningkatan setelah dilakukan kegiatan IbM tersebut.


Keywords


Osteoporosis, Bone Mineral Densitometry, Fraktur, Aisyiyah

Full Text: PDF

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.